Ruang Budaya

Pembagian Mandala

Mandala dalam tata ruang pura merupakan pembagian kawasan suci yang mengatur fungsi dan tingkat kesakralan setiap area. Umumnya pura dibagi menjadi beberapa mandala, seperti Nista Mandala, Madya Mandala, dan Utama Mandala, yang masing-masing memiliki peran berbeda dalam kegiatan keagamaan dan persembahyangan umat.

Jaba Sisi

Jaba sisi adalah area terluar Pura. Area ini menjadi transisi antara lingkungan luar dan area suci Pura.

Jaba Sisi Tengah

Area Jaba Sisi Tengah adalah area yang biasanya digunakan untuk pementasan tari-tarian yang di iringi gamelan pada saat Odalan/Upacara adat

Madya Mandala

Madya Mandala merupakan area persembahyangan kepada Ida Ratu Nyoman dan Ratu Wayan sebelum persembahyangan ke pelinggih utama.

Utama Mandala

Utama Mandala merupakan area yang digunakan untuk kegiatan keagamaan dan persembahyangan, terutama saat pelaksanaan Odalan.

Aset Bangunan

Data Powered by NusaHeritage.id

Merupakan warisan budaya berwujud di lingkungan pura, seperti pelinggih, bale, dan bangunan suci yang memiliki nilai sejarah, budaya, dan keagamaan.

Upacara Piodalan

Upacara odalan di Bali adalah peringatan hari suci atau piodalan sebuah pura yang dilaksanakan secara rutin sebagai wujud penghormatan, bhakti, dan ungkapan rasa syukur umat Hindu kepada Ida Sang Hyang Widhi Wasa. Pelaksanaan odalan umumnya diisi dengan persembahyangan bersama, rangkaian prosesi keagamaan, serta tradisi adat yang mencerminkan nilai spiritual sekaligus mempererat kebersamaan masyarakat.

Sebelum odalan di Pura Luhur Besi Kalung ada beberapa rentetan acara yaitu Lima belas hari sebelum piodalan (pujawali) di Pura Luhur Besi Kalung, tepat pada Anggara Kasih Dukut, dilaksanakan upacara Ngungkab Lawang atau matur piuning kepada Ida Sesuhunan sebagai pemberitahuan bahwa pujawali Ida akan berlangsung dalam waktu lima belas hari.

Upacara Piodalan

(Sumber : news balitv)